Program Jumat Curhat, KAMMI: Miras di “Backingi” Oknum Politis

by -204 Views

KLIKSULAWESI.COM – Banyak hal terungkap saat pelaksanaan Program Jumat Curhat Polda Gorontalo yang digelar di Warkop Amal Kota Gorontalo, salah satunya terkait adanya oknum Politisi yang diduga menjadi backing Minuman Keras (Miras).

Salah satu perwakilan Organisasi Mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rein Suleman mengatakan jika, di Pohuwato masih banyak Miras yang beredar dan kebanyakan di backingi oleh beberapa petinggi partai Politik.

“Pelaksanaan Pemilu sudah sangat dekat, hal ini dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas keamanan di daerah, tidak hanya di Pohuwato,” kata Rein Suleman, Jumat (8/9).

Kritik terkait peredaran Miras juga datang dari LSM Demokrasi Gorontalo Wahyudin, dimana dirinya mempertanyakan tindakan Polda Gorontalo dalam mengatasi Miras di Gorontalo.

“Masih banyak penyelundupan Miras ke Gorontalo, yang disuplai dari luar Gorontalo, bagaimana kemudian Polri mencegah hal ini,” ujar Wahyudin.

Terkait kasus Bunuh Diri, meskipun saat ini sudah ada penurunan angka kasus bunuh diri, namun diharapkan pihak Polda Gorontalo dapat bekerja sama dengan pihak kampus, terutama dengan Prodi Psikologi untuk terus melakukan sosialisasi di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Dir Narkoba Polda Gorontalo Kombes Pol. Witarsa Aji, menegaskan bahwa, peredaran miras di Gorontalo tidak hanya disuplai dari daerah luar Gorontalo.

“Akan tetapi di Gorontalo sendiri banyak terdapat Pohon Aren, dan Miras sudah diproduksi di Gorontalo,” kata Kombes Pol Witarsa Aji.

Polda Gorontalo sudah mengambil langkah untuk mengatasi peredaran miras, mulai dari merazia tempat pembuatan miras, razia distributornya langsung, termasuk sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sejak Januari hingga saat ini Polda Gorontalo dan Polres jajaran sudah berhasil smengatasi 110 kasus Miras dan Narkotika, dimana angka tersebut menggambarkan upaya Polda Gorontalo dalam mengatasi Miras dan Narkotika, dan Untuk Miras sendiri sebanyak 34 ton sudah dimusnahkan.

“Polda Gorontalo juga sudah memulai Program Kampung Tangguh Bebas Narkoba sebagai Upaya Sosialisasi untuk Masyarakat terlebih khususnya untuk kaum muda, dan untuk saat ini baru 9 Kampung Tangguh Narkoba namun seiring berjalannya waktu akan terus bertambah,” jelasnya.

Sementara terkait kerjasama Psikolog Polri dan tim Psikolog yang ada di Kampus, sebagai upaya pencegahan Bunuh Diri, upaya kerjasamanya akan didiskusikan nanti.

No More Posts Available.

No more pages to load.